WeLCoME To MY BLoG

SeLaMaT DaTaNG - WiLuJeNG SuMPiNG

Blog ATAP SIRAP ini di buat sebagai media jasa yang akan membantu anda untuk mencari atau menjual property di Bandung. Kami akan berusaha memberikan informasi secara lengkap dan detail mengenai property di Bandung.

JIKA anda sedang mencari property di Bandung, kami bisa membantu anda mencarikan property idaman anda, cukup dengan mengirimkan data lokasi, spesifikasi, dan budget yang anda anggarkan.

JIKA anda sedang atau berencana menjual property di Bandung, kami bisa membantu anda memasarkan property tersebut, cukup dengan mengirimkan data property anda, kami akan survey, membantu menilai harga pasar property anda, dan memasarkannya secara maksimal dengan harapan property anda bisa terjual dengan harga wajar sesuai harga pasar dan dalam waktu sesuai dengan rencana anda.

TERIMA KASIH sudah meluangkan waktu melihat blog sederhana ini, semoga bisa memberikan anda informasi berguna yang bisa membantu anda mengambil keputusan untuk menjual atau membeli property di Bandung.

Salam Hangat

tedi | Property Agent

0813 2143 7849

INSPIRASI 50.000 DeSaiN CaNTiK RuMaH iDaMaN

desain rumah minimalis type 36 72,kumpulan desain rumah minimalis,desain rumah minimalis 2 lantai,desain rumah minimalis type 45,desain rumah minimalis sederhana,contoh desain rumah minimalis,desain rumah minimalis 2013,desain rumah minimalis type 36

Jumat, 22 Juli 2016

RuMaH SiaP HuNi Di RiuNG BaNDuNG

Rumah siap huni, sangat cocok untuk keluarga kecil, dengan lingkungan yg aman dan nyaman, bebas banjir, dekat dengan jalur angkutan kota Riung Bandung Dago, berlokasi dalam komplek perumahan besar di wilayah timur kota bandung yg menjadi pusat perkembangan pembangunan.
Lokasi komplek tidak jauh dari jalan Soekarno Hatta dan tidak jauh dari pusat pembangunan kota mandiri sumarecon bandung, kawasan gede bage.  

Fasilitas umum yg berdekatan, RS Al Islam, Kawasan Metro Indah Mall, Gedebage, Lotte Mart, dan fasilitas pendidikan. 

anda berminat ?? Berikut spesifikasinya : 

Lihat foto fotonya Yuk ......

RuMaH aSRi DaeRaH TuRaNGGa

Rumah asri dengan lingkungan yg aman nyaman dan strategis di pusat kota Bandung, berbagai fasilitas umum sangat mudah di jangkau, akses mudah ke pintu tol buah batu, akses mudah ke pusat kota dan pusat pemerintahan kota Bandung, fasilitas perbelanjaan TRANS studio, fasilitas pendidikan, rumah sakit, dll.

Berikut adalah spesifikasi rumahnya : 

Lihat foto fotonya Yuk ......

Selasa, 01 Juli 2014

Pajak Bumi dan Bangunan


PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan, merupakan salah satu syarat dilaksanakannya transaksi property atau penanda tanganan Akta Jual Beli. Biasanya di minta bukti sudah bayar berupa STTS (Surat Tanda Terima Setoran) selama masa waktu lima sampai sepuluh tahun.

Lalau apa dan bagaimana pemerintah menetapkan besaran PBB tersebut ??

Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang dibayarkan oleh perseorangan maupun badan dengan sifat memaksa berdasarkan Undang – undang yang berlaku, dimana hasil pembayaran pajak akan masuk kedalam kas negara dan digunakan untuk mensejahterakan rakyat. Semua kegiatan yang bernilai ekonomis di Indonesia pasti akan dikenakan pajak, termasuk dalam bidang properti. Jenis pajak properti yang paling dikenal masyarakat Indonesia adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Berikut akan dibahas mengenai detail tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

1. Pengertian
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang memiliki hak kepemilikan atau mendapat manfaat atas keberadaan tanah dan bangunan tersebut. Pajak ini ditetapkan berdasarkan Undang – undang No. 12 tahun 1985 mengenai perpajakan dan berlaku efektif sejak bulan Januari 1986. Seiring berjalannya waktu, Undang –undang No. 12 tahun 1985 telah mengalami beberapa perubahan. Saat ini peraturan yang menjadi dasar penetapan Undang – undang PBB adalah Undang – undang No. 12 tahun 1994.

2. Objek Pajak
Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah segala jenis kepemilikan atas manfaat suatu bumi dan bangunan yang melekat diatasnya yang dapat dihitung nilai pajaknya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam hal ini pengertian bumi yang dimaksud adalah permukaan tanah atau air dan semua kandungan yang terdapat di dalam tubuh bumi, seperti barang tambang. Sedangkan yang dimaksud dengan bangunan adalah suatu konstruksi teknik yang melekat secara tetap pada permukaan bumi, contohnya adalah rumah, hotel, kolam renang, jalan tol, tempat pertambangan, dan bangunan maupun fasilitas yang memiliki manfaat.

3. Subyek Pajak
Yang dimaksud dengan subjek pajak menurut Undang – undang No. 12 tahun 1985 Pasal 4 adalah badan atau perorangan yang secara nyata memiliki dan menguasai kepemilikan atas tanah dan atau bangunan serta badan atau perorangan yang memperoleh manfaat atas objek tersebut. Pemilik properti atau orang yang memperoleh manfaat selanjutnya disebut sebagai wajib pajak. Jadi, orang atau badan yang sedang menyewa property wajib dikenakan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama waktu sewa atau sesuai perjanjian sewa. Apabila suatu objek pajak tidak diketahui secara jelas siapa yang menanggung, maka yang menentukan subjek pajak adalah Direktorat Jendral Pajak berdasarkaan bukti- bukti yang ada.

4. Tata Cara Pembayaran
Dasar perhitungan pajak dalam PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditentukan berdasarkan harga pasar per wilayah dan ditetapkan setiap tahun oleh Menteri Keuangan, kecuali untuk beberapa daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan daerahnya. Meskipun pada dasarnya penetapan nilai jual objek pajak adalah 3 (tiga) tahun sekali, namun untuk daerah tertentu yang karena perkembangan pembangunan mengakibatkan nilai jual objek pajak cukup besar, maka penetapan nilai jual ditetapkan setahun sekali. Dalam menetapkan nilai jual, Menteri Keuangan mendengar pertimbangan Gubernur serta memperhatikanself assessment.
Tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akan dikeluarkan oleh pemerintah setiap tahun di bulan Maret melalui aparat desa setempat dalam bentuk Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Dalam SPPT tercantum nama wajib pajak dan besar pajak yang harus dibayarkan beserta rincian perhitungan. Waktu pembayaran PBB paling lambat dilakukan 6 (enam) bulan setelah SPPT diterbitkan, apabila sampai batas waktu yang ditetapkan belum dibayar, maka akan dikenakan denda 2% per bulan hingga maksimal 24 bulan.
Yang menjadi dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP, yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen). Untuk properti dengan nilai NJOP dibawah 1 Miliar, NJKP ditetapkan sebesar 20 % dari Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak (NJOPKP), sedangkan property dengan NJOP diatas 1 Miliar akan dikenakan NJKP sebesar 40 % dari total NJOPKP. Perhitungan NJOPKP didapatkan dari NJOP dikurangi dengan Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Besar NJOPTKP ditentukan oleh pemerintah daerah setempat, sehingga setiap lokasi bisa berbeda NJOPTKP nya.
Besarnya persentase NJKP ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional. 

Batas nilai jual properti yang dikenai pajak adalah Rp. 8 juta, tetapi peraturan Undang – undang juga memungkinkan pengurangan pajak sebesar 75 %, atau bahkan untuk objek pajak yang terkena bencana alam akan diberikan pengurangan pajak hingga 100 %.

Secara garis besar berikut perumusan perhitungan PBB:
PBB = 0,5 % x NJKP
NJKP = 20 % atau 40 % x NJOPKP
NJOPKP = NJOP – NJOPTKP
Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dapat dilakukan melalui bank atau kantor pos yang ditunjuk dan tercantum di dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) serta melalui petugas pemungut pajak yang ditunjuk resmi oleh pemerintah.

Berikut ini adalah ilustrasi mengenai pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan:
A memiliki rumah di Kota Bandung seharga Rp. 110.000.000,- berdasarkan NJOP Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung menetapkan nilai NJOPTKP sebesar Rp. 10 juta. Maka PBB yang harus dibayarkan oleh A adalah:
NJOP = Rp. 110.000.000,-
NJOPTKP = Rp. 10.000.000,-
NJOPKP = NJOP – NJOPTKP
= Rp 110.000.000,- – Rp. 10.000.000,-
= Rp. 100.000.000,-
NJKP = 20 % x NJOPKP
= 20 % x Rp. 100.000.000,-
= Rp 20.000.000,-
PBB terutang = 0,5 % x NJKP
= 0,5 % x Rp 20.000.000,-
= Rp. 100.000,-
Jadi, PBB yang harus dibayarkan A adalah sebesar Rp. 100.000,-

Semoga uraian singkat mengenai Pajak Bumi dan Bangunan diatas dapat bermanfaat

note : Mohon maaf saya lupa sumber tulisan ini sehingga saya tidak mencantumkan sumber tulisannya 

Lihat foto fotonya Yuk ......

Selasa, 18 Februari 2014

LoKaSi LoKaSi dan LoKaSi

Jika anda masih bingung memilih rumah, artikel singkat ini mungkin bisa membantu dalam menentukan lokasi rumah yang cocok dan pas, berikut beberapa pertimbangan yang dapat anda gunakan.

1. Nilai rumah - Fungsi rumah yang tercermin dari lokasi akan berefek pada harga jual. Semakin banyak fungsi rumah harganya semakin tinggi. Pertimbangan di sini adalah apakah harganya sudah mencerminkan nilai dan manfaat yang akan diperoleh. Sayang jika Anda membeli rumah di lokasi dengan berbagai fasilitas tetapi Anda menghabiskan waktu di tempat kerja. Atau rumah yang Anda beli mahal, hanya ditempati sekali sebulan atau pada akhir pekan saja.

2. Fasilitas pendidikan (sekolah) - Punyai anak atau tidak, Anda perlu peduli tentang ini. Pasalnya, orang tua peduli masalah ini dan mereka memberi penghargaan pada kualitas sekolahan. Fasilitas sekolah harus dekat dengan tempat tinggal. Jangan sampai putera-puteri Anda capai di jalan sehingga tidak berkonsentrasi belajar.
Selain itu, penghargaan mutu sekolah akan mempunyai dampak langsung pada nilai properti di sekitar sekolahan. Maka tidak heran kalau banyak pengembang membangun sendiri fasilitas pendidikan, atau bekerjasama dengan pengelola sekolahan swasta. Para pengembang menilai bahwa sebuah sekolahan di sebuah kawasan atau kompleks perumahan dapat menarik minat pembeli.


3. Feng Shui rumah - Anda boleh tidak percaya, tetapi sebagai pembeli Anda mungkin perlu peduli. Karena, bagi mereka yang percaya Feng Shui akan menentukan jumlah permintaan dan penawaran. Bila rumah memenuhi kaidah Feng Shui, tidak heran bila ketika menjual kembali pasti sudah banyak orang yang menaksir rumah Anda.

4. Aspek perpajakan - Transaksi tanah atau bangunan merupakan obyek pajak. Sebagai pemilik tanah dan bangunan Anda akan dikenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Oleh karena itu pertimbangkan aspek perpajakan untuk mengetahui berapa besar pengeluaraan tambahan Anda baik pada saat membeli maupun untuk membayar pajak setiap tahunnya (PBB).

5. Perkembangan masa depan - Sebelum membeli, baiknya ketahui pola perkembangan baru atau renovasi besar yang akan atau sedang dilakukan di wilayah lokasi rumah tersebut. Untuk memprediksi pembangunan apa yang akan dilakukan di sekitar lingkungan lokasi rumah Anda. Untuk itu Anda dapat mengecek ke Dinas Tata Ruang Kota atau pejabat lain yang berwenang.

6. Resiko bencana - Apakah lingkungan lokasi rumah yang dibeli mudah terserang bencana banjir, kebakaran, atau tanah longsor? Jika masuk ke dalam lokasi rawan bencana, baiknya urungkan niat Anda membeli rumah itu. Memang Anda dapat mengasuraikan rumah untuk melindungi secara finansial dari bencana ini. Namun, pertimbangkan bagaimana mengatasi bencana secara emosional. Asuransi hanya meringankan penderitaan finansial dari kehilangan rumah, tetapi bagaimana meringankan perasaan Anda?

7. Tingkat hunian - Bila membeli rumah yang lokasinya di dalam perumahan, perhatikan apakah semua rumah sudah terisi semua atau belum. Bila rumah di lokasi itu banyak yang kosong, harap waspada. Bisa jadi kekosongan rumah terjadi karena lingkungannya kurang bagus atau karena ada potensi resiko tertentu. Setidaknya pilih lokasi yang tingkat huniannya diatas 50%.

(Jaka Eko Cahyono-Wartawan dan penulis buku/http://www.tabloidrumah.com)


Lihat foto fotonya Yuk ......

Senin, 20 Januari 2014

INVESTASI APPARTEMENT

Masyarakat di Indonesia masih sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak. Selain itu, properti juga merupakan salah satu investasi yang cukup menguntungkan dan banyak diminati sebagai investas jangka panjang. Biasanya, orang-orang lebih tertarik berinvestasi properti dalam bentuk tempat tinggal, seperti rumah. 

Namun, bagaimana dengan apartemen? Meskipun apartemen juga bagian dari investasi properti, tapi sayangnya belum banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk apartemen. Jadi, masih banyak yang bertanya-tanya tentang investasi apartemen, apakah cukup menjanjikan?


Ketika berinvestasi properti dalam bentuk apartemen, banyak sekali keunggulan dan tentu saja kekurangan didalamnya. Membahas tentang keunggulan, investasi apartemen adalah liquiditasnya yang diatas rumah. Ini dikarenakan rumah yang berlokasi strategis relatif mahal, sedangkan apartemen sudah pasti bertempat di lokasi yang strategis. Selain itu, passive income yang dihasilkan dari apartemen cukup besar ketika disewakan. Fasilitas dan juga infrastruktur seperti kebersihan, keamanan, dan juga sarana olahraga lebih baik dibandingkan dengan investasi rumah.

Sayangnya, tidak dapat dipungkuri jika investasi apartemen ini mempunyai banyak kekurangan. Biaya perawatan rutinnya lumayan mahal, seperti listrik dan juga air. Return yang didapatkan dari investasi ini juga kecil. Pemilik juga tidak dapat melakukan renovasi sesuka hatinya, berbeda dengan rumah pribadi. Banyaknya masalah juga merupakan kekurangan dalam investasi ini, contohnya saja masalah pipa pembuangan air atau kebocoran di kamar mandi.

Setelah melihat keunggulan dan juga kekurangannya, masihkah Anda bertanya tentang investasi apartemen, apakah cukup menjanjikan? Agar dapat mengambil keuntungan yang maksimal dari investasi apartemen, ada beberapa tips yang perlu Anda ingat ketika memulai investasi ini. Yang pertama adalah lokasi apartemen yang akan Anda jadikan investasi. Apartemen yang berlokasi dekat dengan pusat bisnis memang banyak diminati, karena kebanyakan peminat apartemen adalah kalangan pekerja, pebisnis, ataupun profesional. Jika susah mendapatkan apartemen yang berlokasi strategis seperti yang sudah disebutkan, minimal lokasi apartemen harus memiliki akses yang mudah menuju ke pusat bisnis. Jika Anda menargetkan untuk kalangan ekspatriat, Anda harus terlebih dahulu memahami gaya hidup dan juga kebiasaan mereka. Biasanya kalangan ini mau tinggal dalam sebuah lingkup dimana disana terdapat komunitas mereka.

Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah aspek hukum, pastikan surat izin berdirinya apartemen tersebut lengkap, seperti IMB, izin pendahuluan, setifikat tanah, dan block plan. Kemudian pertimbangkan juga reputasi pengembang dan juga pebngalaman pengembang tersebut. Anda juga harus menyiapkan dana untuk membeli apartemen tersebut. Jangan lupa untuk menyisihkan dana untuk pajak dan juga biaya notaris. Pikirkan juga fasilitas yang tersedia di apartemen tersebut, seperti fasilitas olahraga, taman, areal parkir, kafe dan juga restoran. 

Dengan mengingat tips-tips tersebut, tentunya Anda tidak bertanya lagi tentang investasi apartemen, apakah cukup menjanjikan?

(Sumber: www.pakarinvestasi.blogdetik.com)


Lihat foto fotonya Yuk ......

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP